Home / Bolmong / Diduga Ada Pembiaran Pasien Koma Oleh Pihak RSUD Datoe Binangkang, Ini Penjelasan Dirut

Diduga Ada Pembiaran Pasien Koma Oleh Pihak RSUD Datoe Binangkang, Ini Penjelasan Dirut

Foto Aktifitas UGD, RSUD Datoe Binangkang

TeropongBMR, Bolmong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) belum lama ini mengelar pelantikan Direktur yang baru, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang. Tujuan dari pergantian Diretur tersebut salah satunya untuk membenahi tata kelola RSUD dan pelayanan public.

Namun rupanya, hal tersebut tidaklah mudah. Kejadian yang sama dan sudah berulang kali terjadi yaitu tidak maksimalnya pelayanan RSUD tersebut kepada pasien, bahkan hal tersebut turut dialami salah satu pasien koma asal desa Ayong Kecamatan Sang Tombolang, yang diduga mengalami laka lantas.

Dugaan adanya pembiaran pihak RSUD ini viral di media social, akun Facebook milik Lus Yanti Baguna, dalam postinganya tertanggal 27 Desember 2018, pukul 03.43 “Ya Allah…S koma kasing, S dari tadi di dalam Ambulance, Cuma karena nda ada doi mo isi akang bensin Ambulance jadi dari jam 10 di dalam oto. Nanti jam 3 baru dapa berangkat rujuk ke Manado, Kasing. Jadi sekarang ini biar so sekarat, kalau nda ada doi jangan maso rumah sakit. Biar ada BPJS,”.

Menanggapi informasi tersebut, Direktur RSUD Datoe Binangkang, dr Erman Paputungan memberikan penjelasan, bahwa selama ini pihaknya tidak melakukan pembiaran atau mempersulit pasien, terlebih pasien yang statusnya gawat “Saya di UGD itu 10 tahun, kami tidak pernah melakukan pembiaran apa algi mempersulit pasien yang dalam keadaan gawat,”Terang Paputungan.

Memang menurutnya, sejak pihak RSUD tidak lagi memiliki kerja sama dengan pihak ketiga soal penyedian bensi, pihak menyerahkan penyedian bensin ke pada pasien yang akan rujuk “Tapi itu tidak lebih dari apa yang ditetapkan oleh Perda yaitu Rp 624 ribu. Kami hanya minta ke pasien Rp 500 itu, semuanya untuk bensi. Karena kendaraan Ambulance itu memilik Satuan Sentimeter Kubik (CC) yang besar. Tapi uang tersebut tetap akan dikembalikan pihak RSUD kepada keluarga pasien setelah pengurusan klaim,”Jelas Paputungan.

Bahkan menurut Dirut muda itu, terkadang baik dokter ataupun supir sudah menanggung uang bensi untuk pasien rujuk “Jadi kalau memang pasien rujuk itu benar benar tidak mampu, dan tidak ada uang, mau tidak mau kita yang harus menanggung uang bensi itu. jadi pada dasarnya pihak RSUD tidak ada pembiaran. Kedepanya saya berjanji akan melakukan perbaikan sehingga masalah seperti ini tidak akan terjadi lagi,”Pungkas Paputungan.

 

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bansos Tahap VII Selesai Didistribusikan di 15 Kecamatan Bolmong

Bolmong, TBnews – Bantuan Sosial (Bansos) penanggulangan dampak ...