Home / Kotamobagu / Dari Usaha Karajinan Tangan Kabela, Pensiunan ASN Mampu Sekolahkan Anak Hingga Sarjana

Dari Usaha Karajinan Tangan Kabela, Pensiunan ASN Mampu Sekolahkan Anak Hingga Sarjana

Foto Istimewah

TeropongBMR,Kotamobagu – Berbagai usaha dapat kita tekuni untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tak terkecuali memproduksi produk adat rupanya dapat mendatangkan keuntungan tersendiri bagi Hj Yeti Mokoginta, pensiunan ASN ini memiliki 4 orang anak, yang kesemuanya adalah Sarjana dan saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri.

Yeti mulai memproduksi Kabela sejak 1987. bahan materi yang berbentuk kotak segi empat dengan hiasan manik manik disekelilingnya. Kabela bagi masyarakat Mongondow adalah bagian dari adat atau biasa digunakan oleh penari Kabela saat menyambut tamu.

Bagi Yeti, Kabela adalah warisan keluarganya secara turun temurun. Menurut Yeti, dirinya mulai menekuni pembuatan Kabela pada tahun 1987, namun hanya terbatas “Waktu itu belum diproduksi untuk dijual, nanti setelah tahun 1990 baru diproduksi lalu dipasarkan dan bisa bertahan sampai saat ini, bahkan saya bisa menyekolahkan empat anak sampai sarjana, hingga menjadi ASN,”Terangnya.

Adapun untuk penjualan hasil produksi Yati mengungkapkan cukup laris, karena dijual tidak hanya di daerah sendiri, karena pemesannya sampai di Jakarta hingga ke luar negeri yakni Filipina “Produksi Kotak Kabela per bulan saya bisa hasilkan 200 Kotak. Ada 4 jenis, yakni mulai dari ukuran paling kecil 4×8 cm Rp 25 ribu, ukuran sedang 12×8 Rp 150 ribu, yang besar 22×13 Rp 600 ribu, yang paling besar ukuran super 30×20 Rp 1 Juta, bahan baku dari pelepah rumbia, manik-manik, kain tetron dan laborces,”Ungkapnya.

Rupanya Yeti tidak hanya membuat kerajinan Kabela, tetapi ia menyiapkan bahan pelengkap alat perangkat adat lainnya seperti Kipas, Lapi-Lapi, Gantungan Kunci, Hamsei dan Payung adat “Dengan dibantu 7 orang pekerja saya juga menyiapkan kebutuhan perangkat adat lainnya. Kedepannya saya berharap, usaha seperti ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari profit semata, tetapi dengan usaha ini mampu mengangkat dan melestarikan alat adat khas Mongondow supaya tidak punah, dan didik dan latih anak-anak kita sebagai generasi yang bisa melanjutkan kerajinan tangan untuk membuat perangkat peralatan adat Mongomdow,”Pungkasnya.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kasus Covid-19 di Kotamobagu Terus Meningkat, Dinkes Maraton Penyuluhan

KOTAMOBAGU,TBNEWS – Jumlah positif Covid-19 di Kotamobagu setiap ...