Home / Bolmong / Depresi Ringan, Purnawirawan Polri Ini Gantung Diri

Depresi Ringan, Purnawirawan Polri Ini Gantung Diri

Foto Ilustrasi

TeropongBMR,Bolmong – Wellem Moctar Sani (59) Warga Desa Pusian Induk, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolmong ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Peristiwa gantung diri itu terjadi sekitar pukul 12.30 wita, digudang bagian belakang rumah korban.

Berdasarkan data dari Polsek Dumoga, korban berprofesi sebagai Purnawirawan Polri ini ditemukan anaknya Fransisca Sani (32).

Kronologis kejadian itu, menurut keterangan Fransisca sebagai saksi, sekitar pukul 13.00 wita dirinya saat itu sedang menidurkan anaknya di dalam kamar. Tiba – tiba dipanggil oleh ibunya istri korban Sumartji Bulu untuk mencari korban, yang tidak tahu sudah pesiar ke mana, karena waktu sudah pukul 13.00 wita dimana korban sudah waktunya minum obat siang hari.

Pada saat itu juga saksi langsung mencari korban. Saat saksi hendak akan berjalan kebelakang rumah tiba-tiba sudah melihat ayahnya tergantung di gudang bagian belakang rumah, dengan seutas tali nilon yang diikatkan kayu pada bagian atap gudang yang masih tersambung dengan badan rumah, dengan ukuran tali kurang lebih 50 cm.

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung berteriak histeris sehingga ibu saksi (istri korban, red) langsung datang melihat korban dan juga langsung berteriak histeris sehingga tidak lama kemudian warga sekitar langsung berdatangan ke rumah korban, dan langsung membantu menurunkan mayat korban.

Saksi juga menjelaskan bahwa korban Saat ini sedang menjalani pengobatan rawat jalan setelah menjalani pemeriksaan pada tanggal 15 Agustus 2018 di Rumah Sakit Ratumbuisang Manado dan pada saat itu diagnosa dokter Anita Dondow bahwa korban sedang mengalami depresi ringan dan pada saat itu dokter memberikan obat kepada korban untuk rawat jalan.

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah dan tidak merasa keberatan sehingga jenasah korban tidak lagi dibawa ke Puskesmas atau kerumah sakit.

Menurut, Kapolsek Dumoga Nico Tulandi saat menerima informasi pihaknya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Pada tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. hanya bekas lilitan tali pada leher korban dan pada anus mengeluarkan kotoran,” ungkap Kapolsek Dumoga Nico Tulandi. “Sampai dengan saat ini situasi kamtibmas khususnya di Desa Pusian masih tetap aman dan terkendali,” tambahnya. (Redaksi).

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kabid Humas dan Dir Resnarkoba Polda Sulut Ungkap Lima Kasus Obat Keras dan Sabu

Manado,TBnews – Kinerja Polda Sulut (Sulawesi Utara) di ...