Home / Kotamobagu / Excavator Berburu Emas di Potolo Kinali, Kerusakan Lingkungan Didepan Mata

Excavator Berburu Emas di Potolo Kinali, Kerusakan Lingkungan Didepan Mata

TeropongBMR,Kotamobagu – Perburuan kandungan mineral logam atau Emas di tanah para bogani, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), rupanya tak kunjungan berakhir. Perburuan Emas ini lebih dikenal dengan sebutan Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Aktifitas inipun kian menimbulkan kerusakan lingkungan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow.

Merubah bentangan alam saat ini seolah hal yang biasa, jika beberapa tahun lalu aktifitas PETI di Kabupaten Bolmong harus dilakukan secara tradisional dan tertutup, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sudah mengalami kemajuan yang signifikan.

Kemajuan teknologi ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha tambang perorangan untuk mengakses metode pertambangan yang lebih moderen dan instan, turut merubah pola pertambangan rakyat yang dilakukan secara tradisional dengan mengunakan alat berat. Hal itu pula menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan.

Aktifitas pertambangan dengan mengunakan alat berat pada umumnya hanya dilakukan oleh perusahaan tambang Multinasional dengan standar keamanan yang tinggi serta mengantongi izin tambang sesuai dengan ketentuan Perundang undangan. butuhkan waktu yang cukup lama serta sejumlah aturan yang harus dipenuhi untuk mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP), dan paling utama dari itu adalah kesanggupan perusahaan tambangan mengembalikan kondisi lingkungan pasca aktifitas pertambangan.

Lalu bagaimana dengan tindakan pengusahan tambang perorangan, memiliki kemampuan sekelas perusahan tambang Multinasional, namun tidak mempunyai kewajiban pasca tambang, serta tidak memiliki IUP sesuai ketentuan perundang undangan.

Kondisi tersebutlah yang terjadi saat ini, di Kabupaten Bolmong. tepatnya di Kecamatan Lolayan, desa Tanoyan Selatan, perkebunan Potolo – Kinali. Sederet alat berat jenis excavator jadi pemandangan utama warga desa Tanoyan Selatan. Kuat dugaan aktifitas pertambangan yang tidak mengantongi izin tersebut dilakukan oknum pengusaha asal Kota Kotamobagu.

Menanggapi aktifitas tersebut pemuda Tanoyan angkat bicara. Menurut Nasir Ganggai, generasinya prihatin adanya aktifitas pertambangan mengunakan alat berat “Aktifitas tersebut pertama tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat dan dilakukan oleh oknum pengusaha ternama di Kotamobagu. Kedua, metodenya bukan lagi pertambangan tradisional melainkan sudah mengunakan alat berat sehingga merusak lingkungan. Apa lagi disekitar tersebut terdapat lahan perkebunan milik warga,”Kata Nasir.

Bukan hanya itu, ia mengungkapkan aktifitas PETI itu diawasi oleh oknum anggota kepolisian “Yang jadi polemik itu, aktifitas pertambangan itu diawasi oleh oknum kepolisian. Dan ini bisa dicek langsung di lokasi,”Ungkapnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengungkapkan sudah pernah menerima laporan dari warga desa Tapa Aog soal kualitas air sungai, sehingga DLH menurunkan tim ke lokasi “September 2018 kami menerima laporan warga desa Tapa Aog, bahwa kualitas air sungai berubah aktibat aktifitas diatas. Kami turun lapangan via sungai pusian, sampai melewati 10 sungai sampai di puncak Siku sikuon namanya. Dan mengambil sampel air,”Kata Dessy Makalalag, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya Beracun.

Selain itu Ia juga mengungkapkan sudah pernah melaporkan kegiatan tersebut ke Balai Penegakan Hukum wilayah Sulawesi.

Akifitas PETI dengan penggunaan alat berat itupun saat ini ramai dibicarkan melalui media sosial. Lantas apa langkah dari Pemerintah Daerah sebagai yang mempunyai kewenangan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan Pemprov Sulut sebagai yang berwenang dalam izin pertambangan serta Kepolisian sebagai lembaga penegakan hukum.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Respon Keluhan Warga, Pemkot Gelar Rapat Dengan PDAM ; Kamran : PDAM Siap Aspal Bekas Galian

KOTAMOBAGU,TBNEWS —Pemerintah Kota Kotamobagu mengelar pertemuan bersama Perusahaan ...