Home / Lifestyle / Teh Memberi Risiko Pada Ibu Hamil

Teh Memberi Risiko Pada Ibu Hamil

Foto Ilustrasi

TeropongBMR.Com – Dalam penelitian baru mengungkapkan bahwa minum teh dapat berdampak pada keseha
tan janin di dalam kandungan.
Penelitian yang dilakukan oleh dokter Ling-Wei Chen dari University College Dublin (UCD) menunjukkan hubungan yang konsisten antara kandungan kafein dalam kopi atau teh dan hasil kelahiran yang buruk.

Hasil penelitian yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini menemukan bahwa kelompok konsumsi kafein tertinggi memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah yang tidak normal atau usia kehamilan pendek saat kelahiran.

“Temuan kami memiliki implikasi kesehatan masyarakat yang berpotensi penting di negara-negara dengan konsumsi teh hitam yang tinggi, seperti negara Irlandia dan Inggris,” ujar dokter Chen.

Awalnya, Chen tertarik ingin tahu apakah ada hubungan antara asupan kafein ibu dan hasil kelahiran negatif pada negara dengan sumber kafein utamanya adalah teh.

Data diambil dari sekitar1.000 wanita Irlandia. Dalam data tercatat tentang asupan makanan produk berkafein selama awal kehamilan mereka. Sebanyak 48 % responden minum teh, diikuti oleh kopi sejumlah 38 %.
Peneliti kemudian mencocokkan ini dengan catatan rumah sakit dari anak-anak perempuan yang baru lahir untuk mendapatkan informasi tentang ukuran kelahiran dan usia kehamilan saat mereka dilahirkan.

Terlepas dari temuan di atas, asupan kafein pada ibu hamil telah dikaitkan juga dengan hasil negatif lainnya untuk janin dalam kandungan, seperti kecerdasan intelijen (IQ) yang lebih rendah.

Konsumsi teh pada ibu hamil disebut juga dapat menghambat penyerapan zat besi, seperti yang dikatakan oleh spesislias gizi klinik, dr. Diana F. Suganda, M. Kes., Sp. GK.
“Pengurangan daya serap zat besi diakibatkan oleh zat tanin dalam teh,” katanya.

Dalam studi lain ditemukan juga pengaruh kopi dan teh dengan diabetes mellitus pada ibu hamil di trimester awal.

Dalam satu cangkir kopi terkandung kafein sekitar 100 miligram. Lalu, kandungan kafein dalam secangkir teh sekitar 33 miligram.
Meski kandungan kafein dalam teh lebih sedikit, tetapi kesalahan dalam proses penyeduhan dan jenis teh akan memengaruhi jumlah kafein yang Anda konsumsi.

Ketika diseduh, kafein pertama kali keluar dari daun teh. Oleh karena itu, ketika menyeduh teh hijau disarankan menggunakan kandungan suhu air yang lebih rendah.

Tujuannya adalah untuk memberi waktu pada kafein agar larut dalam air. Namun, yang harus diketahui ialah semakin singkat waktu menyeduh teh, makin banyak kafein yang terkandung dalam minuman Anda.

Kandungan kafein juga dipengaruhi pula oleh faktor lain, seperti misalnya umur daun, suhu air, waktu penyeduhan, serta jenis teh.

Setiap varietas teh memiliki kandungan kafein yang berbeda. Teh putih mengandung paling sedikit kafein. Sementara itu, teh hijau atau matcha teamengandung kafein dengan jumlah yang lebih banyak.

Kandungan kafein tercatat juga lebih tinggi pada kopi yang diseduh daripada dalam kopi instan. Kadar kafein lebih tinggi terkandung dalam teh hitam daripada teh hijau.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Benny Johan Marpaung, meminum kopi atau teh bagi wanita hamil tidak dilarang asalkan masih dalam batas tertentu.

Sebab, biasanya teh diminum perempuan yang tengah hamil muda untuk menenangkan perut yang mual.
“Kalau untuk teh bisa dua sampai tiga cangkir per hari. Namun, saat hamil muda sebaiknya diganti dengan buah segar, jus, yoghurt, atau minum infus water untuk menghilangkan rasa mual,” tutur Benny

Untuk mereka yang terbiasa minum kopi, dapat tetap minum dengan anjuran ini. “Satu sampai dua cangkir per hari, bukan cup ya, atau maksimal 30 miligram kafein. Kalau mau lebih aman lagi konsumsi kopi decaf, tapi bagi penikmat kopi rasanya akan beda sekali,” ujar Benny dinukil CNN.

Kopi decaf sendiri tetap mengandung kafein meski jumlahnya lebih sedikit. Decaf berasal dari kata decaffeinated atau dengan istilah lain diolah secara alami.

Bruce Goldberger, Ph. D, seorang professor dan direktur UF’S William R. Maples Center untuk pengobatan forensik mengatakan, seseorang yang minum lima sampai 10 cangkir kopi decaf artinya setara dengan minum 1 cangkir kopi biasa.

Mengurangi kadar kafein bisa dilakukan dengan berbagai teknik, cara yang alami dilakukan dengan merendam biji kopi pada air. Lalu, biji kopi dan air dipanaskan hingga kafein benar-benar keluar, tetapi rasa kopi masih melekat.

Sumber : Beritagar.id

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Patahkan Covid-19, Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa Kembali Ukir Sejarah Taklukkan Gunung Klabat 1995 Mdpl

Manado, TBnews – Kapolda Sulut Irjen Pol Royke ...