Home / Bolmong / Diduga Puluhan Jasad Masih Bersemayam di Wilayah Konsesi JRBM, Bukti Lemahnya Penindakan

Diduga Puluhan Jasad Masih Bersemayam di Wilayah Konsesi JRBM, Bukti Lemahnya Penindakan

Bolmong,TeropongBMR.Com – Awan gelap masih menyelimuti tambang maut, bukit Super Busa, desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Bukan hanya lokasi dimana bersemayam puluhan korban yang tidak bisa diketahui dengan pasti jumlahnya. Rumah dari 5 korban yang diduga kuat masih berada dibalik reruntuhan, kini dirundung duka dan ketidak pastian.

Rasa sedih dan perasaan berkecamuk terlihat dari keluarga para korban, yang sejak hari kedua kejadian longsor tambang bukit Super Busa, melaporkan data diri serta ciri ciri fisik ke Poskoh Antemortem, DVI Biddokes, Polda Sulut.

Tercatat sebanyak 22 laporan orang hilang yang diterima oleh Poskoh Antemortem, DVI Polda Sulut. Dari jumlah tersebut sebanyak 13 orang hilang berhasil ditemukan dan diidentifkasi serta diserahkan ke pihak keluarga. Sedangkan 1 orang dinyatakan selamat, 3 orang lainya dinyatakan meninggal dan langsung diambil pihak keluarga.

Adapun 5 orang hilang yang dilaporkan, hingga penghentian evakuasi tidak pernah ditemukan, diduga kuat ke 5 korban ini masih berada di balik reruntuhan batu bersama korban lain yang tidak dilaporkan. Seperti penuturan Amri Simbala salah satu orang tua korban, bahwa anaknya berada di dalam goa tersebut “Sejak hari kedua anak saya masih ada, masih bicara. Bahkan meminta air, tapi setelah itu sudah tidak ada lagi suaranya. Kita berharap Pemerintah tetap melanjutkan proses pencarian, memang saya sudah ikhlas tapi kecelakaan ini bukan terjadi dilaut dan sudah tidak bisa ditemukan. Ini terjadi didarat dan masih bisa dicari,”Kata Amri, ayah dari Kadri Simbala, korban tambang maut, bukit Super Busa.

Hal serupa juga turut dirasakan Okom Yoyang (45) warga desa Bilalang III, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Berbeda dengan Amri yang sejak hari kedua kejadian sudah berada di lokasi kejadian. Okom terlihat lemas dan pasrah dengan musibah yang dialami, namun dibalik itu Okom berharap anaknya, Andi Yoyang bisa ditemukan “Harapan saya, Andi bisa ditemukan. Saya minta kepada Pemerintah agar pencarian tetap dilanjutkan, kasihan anak saya,”Pinta Okom.

Selain itu Ibu dari Muh Reza Simpasi, menganggap keputusan penghentian pencarian tidak mencerminkan keadilan “Ini tidak adil, yang lain bisa ditemukan, kenapa anak saya tidak. Kenapa pencarian sudah dihentikan, masih ada anak saya di dalam sana, kepalanya bisa kami lihat. Masih banyak juga penambang yang tertimbun,”Kata Nurtina Mokodompit dengan linangan air mata sambil memegang foto Reza.

Sebelumnya salah satu dari 18 korban selamat tambang maut bukit Super Busa, menuturkan saat kejadian diperkirakan ada puluhan korban dalam mulut goa “Jumlah pastinya tidak bisa dihitung tetapi kalau melihat kondisi saat itu, ada sekitar 70 sampai 80 orang didalam. Di goa besar itu saja bisa menampung 100 sampai 200 orang,”Terang Deni Mamonto, penambang asal Kotamobagu Utara.

Masuk Wilayah Konsesi PT Jresources Bolaang Mongondow (JRBM)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow, melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Muh Yudha Rantung mengungkapkan, lokasi nahaas tambang maut berada di wilayah konsesi PT JRBM “Itu bukan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) itu wilayah konsesi PT JRBM. Namun aktifitas penambang yang tidak mengikuti aturan alis ilegal. Mereka masuk di wilayahnya JRBM tanpa izin,”Kata Yudha, sembari menambahkan pihak perusahaan sudah beberapa kali melakukan pelarangan “Dari informasi perusahaan sudah beberapa kali melarang. Yah, tetapi namanya isi perut, warga tetap melakukan aktifitas,”Sambung Yudha.

Sementara itu Manager External, PT JRBM mengaku pihaknya sudah beberapa kali melakukan pelarangan “Kita sudah berupaya melarang warga untuk tidak melakukan aktifitas, bahka sudah pernah melaporkan itu ke Pemerintah. Tapi mereka tetap saja melanjutkan, kami tidak mau bentrok dengan warga,”Ungkap Ferry Siahaan.

Terkendala Kondisi Medan, Basarnas Hentikan Evakuasi

Tim Sar Gabungan yang terdiri dari, Basarnas, BPBD Kabupaten Bolmong,TNI, Polri, PMI dan PT JRBM, Kamis 7/3 mengambil keputusan menghentikan proses evakuasi korban. Penghentian evakuasi dikarenakan situasi goa yang mulai mengalami longsor. Hal ini disampaikan Ketua Tim Sar Gabungan, Brigjen TNI (MAR) Budi Nugroho, Direktur Operasional Basarnas.

“Dari tim perusahaan JRBM melihat ada indikasi reruntuhan bebatuan, dan ini terus terjadi. Sehingga kita sepakat pencarian dihentikan selama tiga jam, sambil dinilai.”Kata Budi.

“Selanjutnya pukul 01.49 goa yang kita buka ini tertimbun dengan reruntuhan batu sampai pukul 05.00 wita. Atas pertimbangan tadi, kondisi di lapangan dan keselamatan tim evakuasi, maka hari ini operasi tim Sar gabungan evakuasi korban longsor tambang, saya nyatakan ditutup,”Sambung Budi.

Sekedar informasi, hingga hari terakhir proses evakuasi korban longsor tambang maut bukit Super Busa, total korban yang berhasil di evakuasi sebanyak 46 orang, dengan rincian 24 kantong jenazah utuh, 4 bodypart, 18 korban selamat.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Zaman Kapolri Idham Azis, Seluruh Anggota Dapat Jabatan Fungsional

Jakarta,TBnews – Dalam Apel Kasatwil 2020 di Mabes ...