Home / Kotamobagu / Rata Dengan Tanah, Sejarah Rumah Sakit Pertama Hindia Belanda di Kotamobagu

Rata Dengan Tanah, Sejarah Rumah Sakit Pertama Hindia Belanda di Kotamobagu

Kotamobagu,TeropongBMR.Com – Bangunan Eks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang yang terletak di Jln Ade Irma, kelurahan Kotamobagu saat ini tak bisa lagi dijumpai. Rumah Sakit yang diperkirakan berumur 102 itu, saat ini tinggal menyisahkan lahan hamparan kosong dengan sejumlah tiang listrik.

Melihat reruntuhan bangunan yang rata dengan tanah, pastilah masyarakat Bolaang Mongondow Raya akan bertanya tanya, kapan awal mulanya berdiri Rumah Sakit pertama dan tertua di BMR itu dibangun.

Menelisik lebih jauh pembangunan awal RSUD Datoe Binangkan, kita akan dibawah pada zaman Hindia Belanda atau 1917. Zaman dimana Bolaang Mongondow masih bersifat Kerajaan. Pada zaman itulah Rumah saki pertama dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda atas izin dari Raja DC Manoppo. Pada zaman itu pula, Pemerintah Hindia Belanda mendapatkan izin membangun cabang dari Rumah Sakit di empat Daerah yaitu Klinik Poigar, Bintauna, Molibagu dan Buroko.

Berikut cikal bakal RSUD Datoe Binangkan : LANDSCHAPSZIEKENHUIS”Rumkit Datoe Binangkang” yang ditulisakan pemerhati sejarah Bolaang Mongondow, Sumitro Tegela.

Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda tahun 1917, Francois Johan Junius sebagai Controlour Hindia Belanda meresmikan Rumah Sakit di Kotamobagu (eks rumah sakit Datoe Binangkang)

Pada saat itu terdapat kebijakan desentralisasi Pemerintah Nedherland Indie berkembang, tidak hanya kabupaten, kota atau provinsi, tetapi juga Landschappen mengambil alih Rumah Sakit yang ada dari Pemerintah pusat. Salah satu contohnya adalah Landschapsziekenhuis Kotamobagoe di Sulawesi Utara, yang disebutkan dalam Memorie van Overgave (Pemindahan Kantor) Mei 1941 dari Residen M. van Rijn kepada penggantinya F.Ch.H. Hirschmann: pada bagian tentang ressort medis paragraf termasuk rumah sakit yang ada.

Dalam paragraf yang bunyi : Landschapsziekenhuis di Kotamobagoe harus sepenuhnya direnovasi pada tahun 1936 karena bangunannya rusak. Pada saat yang sama kapasitas dikurangi menjadi 35 tempat tidur. Peralatan dan interiornya sangat sederhana, namun memenuhi permintaan.

Seorang dokter pribumi Pemerintah telah didakwa dengan Layanan Medis Umum dalam ressort kesehatan Bolaang Mongondou dan, dengan manajemen Rumah Sakit Landschap kota utama Kotamobagoe serta pengawasan poliklinik Landschap di Inobonto, Bintauna, Boroko, Kotabonan dan Molibago (pantai selatan) setidaknya 6 kali setahun di koloni Ajong, dokter tersebut mengunjungi serta pantai utara 4 kali setahun dan perusahaan Poigar serta Biontong.

Selanjutnya Dokter yang bernama Mar ah Ahmad Arif itu pindah dari Rumah Sakit Kotamobagu ke Surabaya di tahun 1938 yang masuk dalam berita harian Hindia belanda.

Disisi lain sejarah perjalanan pelayanan kesehata RSUD Datoe Binangkang, juga pernah merawat Kartini Manoppo, istri dari Presiden RI pertama Ir.Soekarno.

Peliput/Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kabid Humas dan Dir Resnarkoba Polda Sulut Ungkap Lima Kasus Obat Keras dan Sabu

Manado,TBnews – Kinerja Polda Sulut (Sulawesi Utara) di ...