Home / Bolmong / Diabaikan DLH Provinsi, Pejuang Kehidupan dari Kabupaten Bolmong Itu Akhirnya Raih Penghargaan Kalpataru

Diabaikan DLH Provinsi, Pejuang Kehidupan dari Kabupaten Bolmong Itu Akhirnya Raih Penghargaan Kalpataru

Bolmong,TeropongBMR.Com – Marsidi Kadengkang, salah satu dari sejumlah pengiat Lingkungan Hidup yang masuk sebagai Nominator penerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Republik Indonesia yang Bertempat Hotel Ibis Slipi, Jakarta. Penghargaan Kalpataru 2019 ini diberikan atas sumbangsi Marsidi terhadap lingkungan hidup, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat di desa terpencil sejak tahun 2006.

Pada tahun 2006, Marsidi membangun PLTMH atau Mikrohidro yang ramah lingkungan, untuk keperluan masyarakat desa Mengkang, suatu desa yang terletak diujung Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang masih gelap gulita, dan ingin hidup seperti desa yang ada di perkotaan dengan menikmati Listrik. Tidak hanya berhenti sampai disitu, Marsini rupanya menjadi salah satu perintis penanaman di area penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). Upaya ini dilakukan untuk menjaga cadangan air, sebagai bahan baku utama dari PLTMH yang ia rintis.

Berkat usahanya tersebut, Rabu 11/7 kemarin, Marsidi Kadengkang bersama Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow, menerima penghargaan Kalpataru tahun 2019, dari Ditjen Perhutanan Sosial, dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia.

Terpisah Kepala DLH Kabupaten Bolmong, Abdul Latif berharap, penghargaan ini dapat menjadi  motivasi untuk semua kader lingkungan yang ada di kabupaten Bolmong “Terutama bagi desa Mengkang sendiri, akan lebih meningkatkan ide – ide kreatif tentang lingkungan,”Harapnya.

Sementara itu, Marsidi Kadengkang menceritakan, Penghargaan ini ia raih atas hasil merintis kegiatan pengembangan energi alternatif (mikrohidro) di Desa Mengkang sehingga menjadi sumber energi listrik masyarakat, dan merintis penanaman di areal penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Menariknya Marsidi yang menjadi pejuang kehidupan bagi puluhan kepala keluarga di desa Mengkang tersebut hampir kandas ke Jakarta untuk memenuhi undangan penghargaan dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan. Pasalnya, dalam surat yang di keluarkan Kementerian Lingkungan Hidup, meminta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut untuk memfasilitasi transportasi dari penerima Nominasi. Namun hal tersebut tak kunjungan direspon DLH Provinsi Sulut. Akhirnya keberangkatan Marsidi Kadengkang ke Jakarta di failitas oleh Pemkab Bolmong melalui Dinas Lingkungan Hidup.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gelar Apel Kasatwil, Ini Penegasan Kapolri Keseluruh Jajaran

Jakarta,TBbnews – Kapolri Jenderal Idham Azis memimpin apel ...