Home / Kotamobagu / Diskominfo Kotamobagu Ajak Rarusan Siswa Baru Gunakan Medsos Dengan Baik

Diskominfo Kotamobagu Ajak Rarusan Siswa Baru Gunakan Medsos Dengan Baik

Kotamobagu,TeropongBMR.Com – Sebanyak 150 juta jiwa pengguna Media Sosial (Medsos) di Indonesia, jumlah tersebut separuh dari jumlah penduduk Indonesia. 16,68 persen pengguna Medsos adalah kelompok usia 13 -18 tahun, besarnya pengguna Medsos ditanah air kadang dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyebarluaskan informasi bohong atau hoax. Perang terhadap hoax pun mulai dilakukan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Lembaga Penegak Hukum ramai ramai memerangi hoax.

Perang terhadap informasi hoax dipandang perlu melibatkan seluruh elemen, salah satunya pelajar. Kelompok usia 13 – 18 tahun yang memilik jumlah 16,68 persen pengguna Medsos di Indonesia memiliki peran yang cukup signifikat menangkal informasi hoax. Hal ini pun menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika.

Dihadap ratusan siswa baru, SMK Negeri Cokroaminoto Kotamobagu, Kepala Diskominfo Kotamobagu, yang diwakili Kepala Bidang Statistik Informasi Komunikasi Publik (SIKP), Fahri Damopolii menyampaikan materi tentang Manfaat dan Dampak UU IT, Dampak Negatif Membatasi Kebebasan Berekspresi.

“Hati hati dalam menyebarkan informasi pribadi/privasi diruang publik, cara berkomunikasi diruang public dengan siapapun, sebab apa yang kita sampaikan akan dilihat oleh siapapun. Serta memastikan posting di Media Sosial tidak mengandung SARA, penghinaan, dan pencemaran nama baik, dan jangan memposting apapun yang belum jelas sumbernya. Intinya harus bijak mengunakan Medsos,”Kata Fahri.

Terpisah Ketua OSIS, SMK Negeri Cokroaminoto saat diwawancarai awak media, mengaku tujuan adanya materi mengenai penggunaan Informasi dan Teknologi di lingkungan siswa baru adalah untuk memberikan pemahaman bahwa mengunakan Medsos tidak muda “Mengunakan Medsos ini tidak mudah, ada hal hal yang harus kita ketahui, sebab ada aturan Perundang undang yang mengatur, bahkan membatasi. Pengguna Medsos yang tidak tepat aka nada dampak negative terutama tehadap pengguna, ini yang kami harapkan dapat ditangkap oleh siswa baru lewat materi ini,”Kata Muh Riski Pobela.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Desember Mendatang CPNS Formasi Tahun 2019 Mulai Magang 

Kotamobagu, TBnews – Sebanyak 232 Calon Pegawai Negeri ...