Home / Kotamobagu / Menelisik Pergantian Manajemen RSUD Kotamobagu

Menelisik Pergantian Manajemen RSUD Kotamobagu

Kotamobagu,Pemerintahan – Pemerintah Kota (Pemkot ) Kotamobagu, Senin 22/7 kemarin, untuk pertama kalinya secara serentak melakukan pergantian posisi atau rolling jabatan terhadap Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu, di Pobundayan, Selasa 23/6.

Rolling jabatan ini setidaknya membuat sejumlah ASN Pemkot Kotamobagu dan public kaget. Pasalnya, RSUD yang menjadi icon Pemkot Kotamobagu sebagai Rumah Sakit rujukan di regional IV itu saat ini tengah giat giatnya membangun serta mempersiapkan proses akreditasi dari C ke B. bahkan beberapa waktu lalu, untuk mempermudah proses akreditasi ke B, Manajemen RSUD Kotamobagu telah membentuk dan mengukuhkan 16 Pokja yang menjadi syarat diraihnya predikit Paripurna atau Bintang Lima.

Jika berkaca dari rolling sebelumnya, pergantian Direktur RSUD Kotamobagu tidak bersamaan dengan pergantian Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Selain itu, rolling jabatan kali ini disertakan dengan penambahan struktur Manajemen RSUD Kotamobagu yang baru, diantaranya tiga Kepala Bidang, Dua Kepala Sub Bagian, dan Lima Kepala Seksi.

Lantas apa yang menjadi penyebab dilakukannya rolling terhadap dua posisi jabatan tersebut! Satu peristiwa yang sempat menghebokan warga Kotamobagu beberapa waktu lalu, yaitu adanya pemberitaan penyegelan Bangunan Radiologi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Namun hal tersebut dibantah oleh BAPETEN, bahwa pihaknya tidak melakukan penyegelan terhadap Bangunan Radiologi, RSUD Kotamobagu.

Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Kurniawan,SH dalam sambutannya usai melantik Manajemen RSUD Kotamobagu yang baru mengatakan,bahwa pihaknya mendapat informasi, RSUD Kotamobagu tidak lagi terakreditasi C “Saya menerima informasi, bahwa RSUD Kotamobagu turun status akreditasi dari C ke D,”Kata Nayodo, Senin 22/7 kemarin.

Rupanya apa yang disampaikan Wakil Walikota tersebut, adalah benar. RSUD Kotamobagu yang saat ini tengah mempersiapkan kenaikan status akreditasi C ke B harus puas dengan diterimanya surat Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Surat tertanggal 15 Juli 2019 itu ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kepala DInas Kesehatan Daerah.

Dalam surat tersebut disampaikan reviu kelas Rumah Sakit oleh Kementerian Kesehatan RI. Pada paragraph ke dua poin (B) disampaikan pihak Rumah Sakit dapat menyampaikan tanggapan terhadap hasil penetapan kelas Rumah Sakit, dalam bentuk surat tidak keberatan/keberatan. Serta poin (D) Rumah Sakit dapat mengajukan keberatan terhadap rekomendasi penetapan kelas Rumah Sakit dengan menyampaikan alasan keberatan dan membanding dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

Selain menyampaikan surat reviu kelas Rumah Sakit, Kemenkes RI juga merilis nama 615 Rumah Sakit Umum se Indonesia yang mengalami penurunan dan kenaikan status berdasarkan hasil reviu Kemenkes. Dalam rilis tersebut, dari 4 Rumah Sakit di Kotamobagu, 2 Rumah Sakit mengalami penyesuai penurunan kelas, yaitu RSUD Kotamobagu dan RS Monompia, dari C ke D. Sedangkan dua Rumah Sakit, yaitu RS Kinapit dari D ke D+ dan RS Ibu dan Anak Kasih Fatimah Kotamobagu dari C ke C+.

Sementara itu, Direktur RSUD Kotamobagu yang baru, dr Tanty Korompot saat dihubungi via Telepon, Massenger dan WhatsApp belum  mendapatkan jawaban. Lebih lanjut, pemberitaan ini menunggu jabawan dari pihak RSUD Kotamobagu.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wali Kota Lanjutkan Kunjungi ke Delapan Bagian di Setda

KOTAMOBAGU,TBNEWS – Wali Kota Kotamobagu, Ir. Hj. Tatong ...