Home / Kotamobagu / Dagangan Sering Busuk Dan Jarang Pembeli Jadi Alasan Utama Pedagang Enggan Tempati Bagunan Pasar 23 Maret 
Area Parkir Gerbang Utama, Pasar 23 Maret Kotamobagu

Dagangan Sering Busuk Dan Jarang Pembeli Jadi Alasan Utama Pedagang Enggan Tempati Bagunan Pasar 23 Maret 

Kotamobagu,Pemerintahan – Hitung mundur Jumat 27/9 kemarin, sampai Minggu 29/9 pukul 00.00 Wita, tengang waktu yang diberikan Dinas Perdagangan,Koperasi dan UKM bersama Dinas Polisi Pamong Praja terhadap puluhan pedagang barito dan ikan mentah yang masih menempati dan segera mengesongkan area hijau atau area parkir, gerbang utama, pasar 23 Maret, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Himbauan pengosongan area parkir setiap waktu disampaikan kepada pedagang, baik secara langsung ataupun melalui pengeras suara. Selain menyampaikan himbau secara lisan, DisperdakopUKM memberikan surat secara tertulis, isi surat tersebutpun penegasan soal batas waktu pengosongan tempat. Alih alih menuruti himbau tersebut, sejumlah pedagang mengaku siap mempertahankan apa yang menjadi tempatnya untuk menyambung hidup.

“Jangan hanya kami yang ada di sini dimasukan kedalam gedung, tapi mereka juga yang berjualan dipelataran gedung dan pinggir jalan bagian depan harus dimasukan. Bagaimana jualan kita bisa terjual kalau yang didepan sudah ada yang menghalangi. Kita sudah pernah mencoba, bahkan waktu itu sudah membayar sewak lapak tapi sepi, dan pak Kadis Aray mengetahui kondisi kami waktu itu. semua jualan kami busuk, karna tidak ada pembeli,”Kata Meriati (36), penjual Barito.

Selain itu Meri juga mengaku, dirinya bersama sejumlah pedagang sebenarnya ingin pindah namun pihak Dinas harus membenahi terlebih dahulu bagian depan gedung pasar “Siapa yang akan masuk dan membeli jual kita kalau jalan saja tidak ada. Dulunya mobil bisa lewat dibagian depan gedung tapi saat ini orang saja mau lewat susah. Bagaimana pembeli bisa sampai ke dagangan kami kalau tidak ada jalan, kami mau pindah tapi harus diatur dulu, baru kami pindah. Kalau hanya dijanjikan kami tidak mau, dagangan kami ini cepat rusak kalau tidak ada yang beli, kami makan apa. Sementara apa yang kami jual ini masih dihutang, jadi kami harap Pemerintah juga punya hati nurani,”Ucapnya.

Jalan Masuk Gedung Pasar 23 Maret Kotambagu, Hanya Tersisa 1 Meter

Saat ditanyakan apakah dirinya akan mengikuti himbau yang disampaikan pihak Dinas terkait, Meri mengakui tidak, bahkan akan mempertahan tempatnya yang ada saat ini “Apa yang kami minta tidak dipenuhi, kami tidak akan pindah. Mati kalau mati, ini soal perut, soal kehidupan. Kami ini pedagang kecil, saya punya anak, sudah tidak punya suami,”Tegas Meri, warga Gogagoman RT 16.

Sementara itu, Kepala DisperdakopUKM, Herman Aray melalui Kepala Seksi Pasar, Ruslandi Mongilong saat dihubungi awak media mengaku sudah menjalankan semua SOP terkait penertiban pedagang “Kami sudah menjalankan SOP penertiban, bahkan sampai dengan menyiapkan tempat berjualan yang baru sudah kami lakukan. Setiap pedagang yang akan kami pindahkan, nanti menempati ukuran 1 X 3 Meter dibagian dalam gedung. Mereka sudah punya meja masing masing, tinggal dipindahkan. Namu jika batas waktu yang kami sampaikan tidak juga dipatuhi tentunya kami akan mengambil langkah tegas,”Aku Mongilong.

Terpisah, Kepala Seksi Operasional dan Penertiban, Dinas Sat Pol PP saat ditemui awak media dilokasi pasar mengaku pihaknya tinggal menunggu instruksi “Pedagang sudah diberikan batas waktu, bila hal tersebut tidak di patuhi kami tinggal menunggu instruksi dari pimpinan. Himbau secara lisan dan tertulisan sudah disampaikan,”Beber Rio Lasabuda.

Dari data yang dimilik DisperdakopUKM sebanyak 30 pedagang barito dan ikan mentah yang saat ini berjualan di area parkir, gerbang utama Pasar 23 Maret Gogagoman.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wakil Wali Kota Kotamobagu Wakil Wali Kota Buka Fesbudjaton ke XVII Indonesia Timur

TEROPONGBMR.COM – Festival Seni dan Budaya Jawa Tondano ...