Home / Kotamobagu / Penempatan Damkar dan Kendis Pol PP Diarea Pasar 23 Maret Kebutuhan Emergency

Penempatan Damkar dan Kendis Pol PP Diarea Pasar 23 Maret Kebutuhan Emergency

Kotamobagu,Pemerintahan –  Pasca dilakukan penertiban sejumlah pedagang menyampaikan komplen terkait posisi Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dan kendaraan operasional Polisi Pamong Praja di area parkiran pasar 23 Maret Kotamobagu yang menghalangi pembeli dan pandangan.

Tidak hanya itu pedagang yang masih belum terima karena ditertibkan dari area parkir gerbang utama Pasar 23 Maret Kotamobagu mengeluhkan biaya listrik yang ditagih setiap hari “Kami ini disuruh pindah dari sini (baca red, area parkir) tapi jalan dan pandangan dari jalan raya dihalangi Damkar, bagaimana pembeli bisa mampir kalau seperti ini. Selain itu juga kami ini sudah dicekik. Belum tentu dagangan kami laku, sudah diharuskan membayar biaya listrik 5000 perharinya. Padahal kalau ambil dari kios depan hanya 15.000 perbulan,”Kata Bibit Musa, warga Gogagoman.

Terpisah Kepala Dinas Pol PP dan Damkar menjawab tudingan kendaraan Instasni menghalangi. Menurut Sahaya Mokoginta, Damkar dan Kendis Operasional sudah berada di tempat yang semestinya “Itu tempat parkir jadi tidak ada masalah, dan kehadiran Damkar di Pasar 23 Maret karena Emergency. Sehingga tidak ada masalah,”Kata Sahaya.

Selain itu Sahaya menegaskan mulai sejak ditertibkan area hijau tersebut di kembalikan fungsinya sebagai tempat parkir, petugas Pol PP akan bersiaga “Pasukan tetap kami siagakan, beserta kendaraan. Supaya pedagang tidak lagi kembali berjualan di area tersebut,”Ucap Sahaya.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan,Koperasi dan UKM membantah bila posisi kendaraan Damkar dan Kendis Operasional PP menghalangi jalan “Posisinya tidak menghalangi, masih ada jalan yang cukup besar untuk dilalui pembeli. Kita siagakan petugas Pol PP dan Staf Perdagangan supaya terkontrol aktivitas pedagang,”Kata Herman Aray sembari menampik tudingan adanya pengutan biaya listrik sebesar 5.000 “Tidak ada, saya baru dengar, yang saya tau paling tinggi Rp 2.000 dan tidak lebih, kalaupun ada yang memberikan lebih itu sudah keihklasan dari pedagang. Mulai saat ini saya kembali menegaskan ke petugas tagih hanya menarik Rp 2.000 untuk biaya listrik,”Terang Aray

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wakil Wali Kota Kotamobagu Wakil Wali Kota Buka Fesbudjaton ke XVII Indonesia Timur

TEROPONGBMR.COM – Festival Seni dan Budaya Jawa Tondano ...