Home / Kotamobagu / PLN Kotamobagu Ogah Tanggapi Permintaan Kompensasi
Foto Istimewah

PLN Kotamobagu Ogah Tanggapi Permintaan Kompensasi

Kotamobagu,TeropongBMR.Com – Berbagai macam keluhan disampaikan warga net dalam kolom komentar akun facebook milik PLN UP3 Kotamobagu dengan nama PelayananPlnKotamobagu, terkait pemadaman listrik melewati jadwal yang dilakukan dihampir seluruh Desa dan Kelurahan di Kotamobagu, Sabtu 21/9.

Dari puluhan komentar, salah satunya datang dari warga Kotobangon, Asril Jaman. Dalam komentarnya Asril meminta ada kompensasi atas ketidak nyaman yang ia terima. Menurut Asril pemadaman yang dilakukan PLN UP3 Kotamobagu telah melewati jam yang disampaikan dalam pengumuman “Sudah melewati jam pemadaman, sudah harus ada kompensasi (So ta lewat jam pemadaman ini, so musti ada kompensasi),”Ucap Asril.

Adapun kompensasi yang dimaksud Asril, yaitu mendapatkan potongan tagihan listrik bagiu pelanggan “Melalui pemotongan tagihan listrik untuk pelanggan pasca bayar. Kemudian tambahan kilo watt hour (Kwh) saat isi token listrik untuk pelanggan pra bayar,”Terang Asril.

Selain Asril Jaman, komplen datang juga dari akun dengan nama Ro Vi Toligaga. Menurut Ro Vi, bayar tagihan listrik menunggak sedikit tidak ada toleransi “Bayar listrik menunggak telat sediki ndak ada toleransi 😌, serta rajin bayar pelayanan kurang maksimal. kira kira ada kompensasi ndak dari Pln untuk masyarakat,yg bayar rajin tapi listriknya malas malas,????”.

Sementara itu Asisten Manager Leo Manurung saat dihubungi awak media, terkait pemadaman yang melewati jadwal hanya menyampaikan permohonan maaf disertai penjelasan. Iapun tidak menanggipi soal pemberian kompensasi “Kami mohon maaf ada sedikit kendala saat penggantian kabel bawah tanah sehingga molor pekerjaannya,”Kata Leo.

Sementara itu dalam Peraturan Menteri ESDM, Nomor 27 Tahun 2017 mengatur pemberian kompensasi dalam hal pengurangan tagihan listrik, seperti dalam pasal 6 ayat A, dan B yang berbunyi “PT PLN (Persero) wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada Konsumen apabila realisasi tingkat mutu pelayanan tenaga listrik melebihi 10% (sepuluh persen) di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang ditetapkan, untuk indikator:  a. lama gangguan;  b. jumlah gangguan.

Namun dalam Pasal 7 berbunyi “PT PLN (Persero) dibebaskan dari kewajiban pemberian pengurangan tagihan listrik kepada Konsumen terhadap indikator lama gangguan dan jumlah gangguan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a dan huruf b, apabila:  A. diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan, perluasan, atau rehabilitasi instalasi ketenagalistrikan;  B. terjadi gangguan pada instalasi ketenagalistrikan yang bukan karena kelalaian PT PLN (Persero);   C. terjadi keadaan yang secara teknis berpotensi membahayakan keselamatan umum; dan/atau.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wakil Wali Kota Kotamobagu Wakil Wali Kota Buka Fesbudjaton ke XVII Indonesia Timur

TEROPONGBMR.COM – Festival Seni dan Budaya Jawa Tondano ...