Home / Hukum & Kriminal / Datangi Subdit Ciber Crime Polda Sulut, Pelapor Dugaan Pencemaran Nama Baik Minta Keseriusan Penyidik
Nina Muhammad korban dugaan pencemaran nama baik.

Datangi Subdit Ciber Crime Polda Sulut, Pelapor Dugaan Pencemaran Nama Baik Minta Keseriusan Penyidik

TeropongBMR, Hukrim – Pelapor dugaan pencemaran nama baik Nina Muhammad kembali mendatangi Subdit Ciber Crime Ditkrimsus Polda Sulut pada Senin (16/12/2019) pagi, untuk mengecek progres gelar perkara dari Subdit Ciber Crime Ditkrimsus Polda Sulut.

Nina mengatakan, kedatangannya untuk mengecek waktu kepastian gelar perkara kasus dugaan pencemaran yang diduga dilakukan oleh SDT istri salah satu petinggi Bank SulutGo dan Calon Wakil Wali Kota Manado Machmud Turuis. “Tadi saya cek kasus yang sudah dilaporkan sejak tanggal 2 November lalu, namun informasi soal gelar perkara masih menunggu kedatangan Kasubdit Ciber Crime Pada pekan depan,” ungkapnya di Polda Sulut Senin (16/12/2019).

CCTV Bank SulutGo 

Sementara itu menyangkut beredarnya CCTV milik Bank SulutGo (BSG) di akun media sosial terlapor SDT dipertayakan pelapor. Menurut Nina sebagai nasabah BSG sejak tahun 2013 silam keberatan hasil CCTV tersebut  beredar yang memuat fotonya, sehingga menurut pelapor sudah terjadi pencemaran nama baik, apa lagi terdapat lingkaran biru, terkesan pelapor adalah pelaku kejahatan, sehingga menganggu privasi sebagai pengusaha. “Sebelum menjadi pengusaha, saya pernah pegawai di salah satu bank, sehingga tahu soal etika dan cara penyerahan hasil CCTV untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan jika terjadi sebuah kasus dalam perusahaan, instansi atau bank, namun jika tersebar seperti itu, sudah melanggar etika. Selain itu menurutnya jika Pak Machmud mengatakan saya bukan nasabah BSG itu sangat keliru, karena hingga kini saya melakukan transaksi melalui BSG karena memiliki 3 rekening Giro dan 2 Tabungan dari BSG, dan saya memiliki buku tabungan tersebut,” ungkapnya.

Buku Tabungan BSG Milik Nina Muhammad.

Foto unggahan SDT di akun facebook diduga rekaman dari CCTV BSG.

Sementara Machmud Turuis Calon Wakil Wali Kota Manado yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran Bank SulutGo (BSG) ketika dikonfirmasi menyangkut kasus tersebut mengatakan, Nina Muhammad bukan bagiam keluarga atau keponakan, dan saat kejadian, Pelapor datang ke BSG melakukan transaksi untuk kepentingan bank lain dan bukan untuk BSG.

Sedangkan soal beredarnya rekaman foto dari CCTV BSG menurut Machmud, hal itu karena permintaan salah satu nasabah yang akan melakukan konfirmasi ketika pelapor datang mengaku sebagai keponakan Machmud Turuis untuk melakukan tranksasi, sehingga kami memberikan hasil CCTV tersebut. “Jadi waktu itu pelapor datang ke kantor Kas BSG yang ada di kantor Wali Kota Manado, dan mengaku sebagai keponakan untuk melakukan transaksi, sehingga untuk mengecek hal tersebut kami melihat CCTV,” ucap Machmud, Senin (16/12/2019).

Dia menambahkan, untuk kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan SDT sepenuhnya diserahkan kepada penyidik karena kasus itu telah berjalan dan berposes di Polda Sulut.

Penulis: Ishak Kusrant

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Raih WTP, Kapolri Tetap Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

Jakarta, TBnews – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah ...