Home / Bolmong / Dampak Virus Corona Terhadap Penjualan Daging Kelelawar di Pasar Ekstrem Tomohon

Dampak Virus Corona Terhadap Penjualan Daging Kelelawar di Pasar Ekstrem Tomohon

Liputan Khusus
Ishak Kusrant

Nusantara, TBnews – Virus Corona yang mewabah di dunia saat ini dicurigai berasal dari kelelawar atau dari seafood (belum diketahui pasti), mengingat lokasi penyebarannya pertama kali ditemukan di sebuah pasar hewan di Wuhan, China yang diduga menjadi tempat penyebaran Virus Corona.

Penduduk di Kota Wuhan memang menjual dan mengkonsumsi hewan, yang jarang dikonsumsi masyarakat dunia pada umumnya.

Bukan hanya kelelawar, di Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan juga dijual ular, musang, hingga serigala.

Di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Indonesia, juga ada sebuah pasar yang terkenal karena menjual hewan-hewan untuk kuliner yang Ekstrem dan tidak biasa.

Merebaknya kasus Virus Corona ini mempengaruhi aktivitas di Pasar Ekstrem Tomohon, terutama minat pembeli daging kelelawar.

Daging Kelelawar di Pasar Ekstrem Tomohon, (Ishak/TBMR).

Masyarakat menjadi khawatir untuk mengkonsumsi daging paniki sebutan warga asli Manado, Sulawesi Utara tersebut, karena takut terkena Virus Corona, namun tetap ada saja yang membeli.

“Hari ini kami hanya membeli daging babi, dan babi hutan, namun daging ekstrem lainnya seperti anjing, tikus, apa lagi kelelawar kami berhenti dulu membeli, karena masih takut dengan informasi Virus Corona yang bisa membawah penyakit mematikan tersebut,” ujar ibu Ane warga Tomohon saat ditemui TeropongBMR.com, Kamis (30/1/2020) di pasar ekstrem Tomohon.

Aktifitas di Pasar Ekstrem Tomohon, (Ishak/TBMR).

Sedangkan pembeli lainnya yang biasa setiap hari menkonsumsi daging kelelawar, juga saat ini enggan membeli daging hewan yang diduga sebagai pembawah Virus Corona.

Ibu Jeni misalnya, sejak merebaknya Virus Corona saat itu juga berhenti untuk konsumsi daging paniki, sebutan warga Minahasa dan Manado, padahal menurutnya daging kelelawar enak dan gurih jika sudah dimasak dengan campuran bumbuh dan rempah-rempah dan paduan santan.

“Kami hanya membeli daging babi hutan saja, sedangkan daging lainnya berhenti dulu masih takut dan khawatir karena Virus Corona apa lagi daging kelelawar, uhhh sangat enak, tapi lebih baik tahan dulu dari pada terkena penyakit,” ujar Ibu Jenie yang datang ke Pasar Ekstrem Tomohon ditemani suaminya.

Foto: Daging Tikus dan Kelelawar di Pasar Ekstrem Tomohon, (Ishak/TBMR).

Sedangkan bagi ibu Syane pedagang sekaligus pembeli daging di Pasar Ekstrem Tomohon, tak terpengaruh dengan adanya Virus Corona. Karena bagi dirinya yang penting kita tahu cara memasaknya, agar virus dan kuman dalam daging paniki bisa hilang sehingga aman dikonsumsi.

“Torang nya pengaruh, tetap makan, sadap no, yang penting cara masaknya bagus, bisa 3 hingga 4 kali lakukan proses perebusan sebelum dicampur bumbuh dan rempah-rempah,” ujarnya dalam dialek bahasa daerah saat dijumpai di Tomohon.

Meski demikian bagi penjual daging di Pasar Ekstrem Tomohon, merebaknya Virus Corona, tidak mempengaruhi minat pembeli daging kalelawar yang disebut sebagai pembawah virus, karena sejak lama virus lain beberapa kali juga bermunculan, namun bagi penjual yang sudah belasan hingga puluhan tahun berdagang di Pasar Ekstrem Tomohon, yang utama adalah bagaimana cara memasaknya, agar benar-benar aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Kami disini sudah lebih 20 tahun berdagang, tapi aman-aman saja, semua daging ekstrem dijual, kalau ada stok, yang penting tahu cara masak, rebus berulang-ulang sebelum dicampur bumbuh, agar aman dimakan,” kata Yani Palit salah satu penjual daging di pasar ekstrem Tomohon.

Foto: Transaksi jual beli daging di Pasar Ekstrem Tomohon. Dengan Pemandangan Daging Ular Piton. (Ishak/TBMR).

Sementara itu, pemerintah daerah tidak bisa menutup Pasar Ekstrem Tomohon dengan alasan pasar tersebut sudah ada sejak lama, dan masyarakat yang datang ke pasar selalu mencari daging kelelawar itu untuk di konsumsi, namun pemerintah menyarankan masyarakat berhenti sementara mengkonsumsi daging kelelawar hingga ada keputusan dan pengumuman resmi dari Provinsi Wuhan, China, dan Indonesia bahwa daging kelelawar bebas dan aman untuk dikonsuamsi kembali dan tidak menyebarkan Virus Corona.

Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelin Sompotan ketika melakukan sidak ke Pasar Ekstrem Tomohon mengatakan, sejauh ini penjualan daging kelelawar dilakukan seperti biasa oleh pedagang, dan terlihat tidak ada pengaruhnya.

“Namun sebaiknya pembelian dan konsumsi daging kelelawar dihentikan sementara, hingga ada penyampaian resmi dari negara China, karena bagaimanapun kekhawatiran itu tetap ada di tengah masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelin Sompotan (Kamis, 30/1/2020).

Foto: Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelin Sompotan melakukan sidak sambil memegang daging Kelelawar, memastikan kalau daging Kelelawar yang higenis dan sehat adalah berwarna merah.

Wakil Wali Kota Tomohon menganjurkan, jika masyarakat terpaksa ingin menkonsumsi daging kelelawar sebaiknya membeli daging yang masih berwarna merah, dan perhatikan cara memasaknya dengan merebusnya 5-6 kali perebusan, agar aman dan higenis untuk dikonsumsi.

SAS panggilan akrabnya kepada masyarakat menyampaikan, pihaknya akan terus memantau perkembangan Virus Corona terutama aktifitas jual beli masyarakat di Pasar Ekstrem Tomohon, agar wabah penyakit mematikan tersebut tidak berdampak buruk bagi masyarakat dan juga pedangang di Kota Tomohon, sehingga bisa mengganggu perekonomian.

Adapun hewan yang dijual di Pasar Ekstrem Tomohon yaitu kucing, tikus sawah, babi hutan (celeng), kelelawar, anjing, dan ular piton atau Patola, dan beberapa hewan lainnya, yang didapat oleh pedagang dari penduduk lokal, dan sebagian lagi di bawah oleh sejumlah orang dari luar Kota Tomohon, sepertia dari Kota Palu, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Penulis: Ishak Kusrant
Editor: Ishak Kusrant

Foto-foto : Ishak Kusrant

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Belum Ada Juknis, Gaji 13 ASN Bolmong Mengantung

Bolmong,TBnews – Meskipun Pemerintah pusat telah memastikan pembayaran ...