Home / Kotamobagu / Pasien Meninggal, Ini Klarifikasi Dirut RSUD dan Saran Wakil Ketua Dewan KK

Pasien Meninggal, Ini Klarifikasi Dirut RSUD dan Saran Wakil Ketua Dewan KK

Kotamobagu, TBnews – Peristiwa meninggalnya pasien Eka Crhisti Pangalerang warga Desa Kanaan, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) pada Jumat, (14/2/2020) pekan lalu mendapat sorotan dari anggota DPRD Kotamobagu.

Eka, merupakan seorang ibu yang melahirkan di RSUD Kotamobagu dengan cara oprasi cecar. Saat itu usai melahirkan bayinya, Eka, sempat dirawat oleh petugas medis. Namun, takdir berkendak lain, Eka dinyatakan meninggal dunia.

Tak terima dengan meninggalnya pasien, keluarga pun mengeluhkan pelayanan petugas saat itu. Dimana meninggalnya Eka, akibat kelalaian petugas medis yang bertugas saat itu.

Menyikapi hal itu, DPRD Kotamobagu pun memanggil Dirut RSUD Kotamobagu dan sejumlah manajemen rumah sakit untuk dimintai keterangan.

Direktur Utama RSUD Kotamobagu Sandra Pontoh saat diwawancara oleh TeropongBMR.com mengatakan, oprasi yang dilakukan oleh pihak dokter sudah sesuai SOP. Selanjutnya, untuk penanganan diruang perwatan kemungkinan komunikasi antara petugas medis dan keluarga yang belum tersampaiakan dengan baik ke pihak keluarga pasien.

“Oleh karena itu, kita dari pihak manajemen RSUD Kotamobagu, saat ini tengah mendalami peristiwa tersebut,” tutur Sandra, kepada media ini, usai menghadiri rapat hearing dengan DPRD Kotamobagu di ruang Banmus, Rabu (19/2/2020) sore.

Ia lanjut mengatakan, ini karena  faktor komunikasi yang tidak terjalin baik saja dengan keluarga pasien.

“Sehingga, pentingnya kami untuk meperbaiki komunikasi baik secara intenal maupun eksternal dengan keluarga pasien,” ujarnya.

Namun pihaknya, saat ini sedang melakukan investigasi di lapangan baik itu komite medic maupun komite keperwatan.

Disamping itu Wakil Ketua DPRD Kotamobagu Syarif Mokodongan menekankan untuk pihak RSUD agar kedepannya tidak terjadi kembali hal seperti ini. Menurutnya, ini akibat komunikasi yang kurang baik, sehingga pihak rumah sakit agar dapat memperbaiki komunikasinya dengan ruang public.

“Akibat komunikasi yang kurang baik, sehigga hal-hal yang negatif yang berkembang saat ini, baik dari sosial media hingga pemberitaan yang kurang baik,” jelasnya.

Sehingga ia menyesalkan, informasi yang berkembang saat ini negatif semua tentang rumah sakit.

“Ini akibatnya komunikasi yang kurang baik, sehingga citra rumah sakit menjadi buruk,” kata Syarif.

“Poda pokoknya, dalam hearing tersebut saya menekankan pihak RSUD Kotamobagu, agar dapat memperbaiki komunikasinya, baik secara internal maupun eksternal dan ini harus menjadi perhatian seluruh manajemen rumah sakit,” tegas Syarif.

Penulis: Wahyudi Paputungan
Editor: Ishak Kusrant

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Diduga Lakukan Penipuan, Yuni Dilaporkan di Polresta Manado

Hukrim, TBnews – Karena tidak menepati janji untuk ...