Home / Hukum & Kriminal / Pelayanan Polsek Wori Disorot

Pelayanan Polsek Wori Disorot

Hukrim, TBnews – Terus meningkatnya kasus pembunuhan ini, membutuhkan peran aktif aparat kepolisian untuk melakukan pencegahan di semua wilayah. Hanya saja, peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polsek Wori, dinilai minimnya upaya preventif di lingkungan masyarakat dalam mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas.

Hal ini pun terkuak ketika warga mengungkapkan, bahwa kegiatan operasi di Desa Wori minim dilakukan oleh aparat kepolisian setempat. Menurut warga, meskipun telah didukung pemerintah desa untuk terus menciptakan keamanan di lingkungan, namun peran utama kepolisian sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat wajib dilaksanakan.

“Peluang terjadinya gangguan kamtibmas seperti keributan, penganiayaan hingga bermuara pada penikaman hingga nyawa seseorang hilang, karena adanya pengaruh miras. Tidak usah jauh-jauh, di Desa Wori banyak tempat yang dijadikan pesta miras, bahkan sampai tengah malam dan pagi hari. Nah disini peluang kejahatan bisa terjadi. Jarang dilihat patroli melakukan pemeriksaan di lokasi-lokasi seperti ini,” beber Ronald yang turut dibenarkan warga Desa Wori lainnya.

Tak hanya itu, ia bersama warga lain pun mengungkapkan, bahwa sering ada peristiwa yang dilaporkan masyarakat, respon atau reaksi cepat dari pihak kepolisian setempat dinilai lambat.

“Contoh saja kasus pembunuhan baru-baru ini. Sudah berapa kali diberi tahu tapi lambat. Nanti diberitahu ke kantor Polisi dengan nada kesal oleh warga bahwa sudah ada yang meninggal, baru bergerak. Padahal sebelumnya pelaku berteriak-berteriak (bakuku) dekat dengan Polsek Wori,” kesal warga.

Lewat kejadian tersebut, warga pun meminta agar kepolisian benar-benar menunjukkan tugasnya dengan professional modern dan terpercaya (Promoter) Polri.

“Setiap ada acara, kepolisian meminta membuat surat ijin keramaian. Ketentuan acara sampai jam 12 tengah malam. Tapi banyak yang melaksanakan acara sampai pagi, mabuk-mabukan. Nah dimana tindakan tegas yang diambil Polisi. Kemudian Bhabinkamtibmas diharapkan tunjukkan perannya, dan berikan contoh yang baik kepada masyarakat, jangan duduk bersama menenggak miras,” beber Obby

Ditambahkannya, selain upaya pencegahan miras, aparat kepolisian diminta untuk serius menindak praktek perjudian sabung ayam dan kartu remi yang diduga marak di Desa Wori. “Intinya jangan ada pembiaran sekecil apapun. Pelaksanaan tugas Polri telah dibiayai Negara, untuk itu berikan pelayanan yang baik di masyarakat,” pungkas warga.

Sementara itu kasus pembunuhan tercatat sebanyak 6 kasus terhitung bulan Januari hingga minggu kedua Februari 2020, kini kasus yang merenggut nyawa orang kembali bertambah dijajaran Polda Sulut. Buktinya peristiwa pembunuhan terjadi, Minggu (16/2/2020) dini hari, pukul 01.45 Wita, di Desa Wori, Jaga I, Kecamatan Wori, Minut. Buntut dari kejadian berdarah ini, remaja Gil Craystil Maanah (16), tewas di tangan ayah kandungnya lelaki MM alias Meiko (41), karena ditusuk dengan pisau badik jenis pisau kuningan, mengena di area vital dada kiri.

Kapolsek Wori Iptu Nolly Kinda, ketika dikonfirmasi membantah jika patroli jarang dilakukan. Menurut Kapolsek, pihaknya rutin melaksanakan patroli di wilayah hukumnya. Bahkan dirinya terus mengingatkan kepada warga, agar tetap menjaga keamanan. “Patroli setiap hari dan selalu kami laksanakan. Setiap kegiatan di wilayah kami laporkan ke atasan. Apalagi saya sering saya kunjungi tempat-tempat ibadah dan acara, agar masyarakat bekerja sama menjaga keamanan,” tandas Kapolsek.

Penulis: Ishak Kusrant
Editor: Ishak Kusrant

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Himbauan Ketum PSSI, Jaga Jarak, Tetap di Rumah dan Jaga Kesehatan

Nusantara, TBnews – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan ...