Home / Hukum & Kriminal / Sprindik Keluar, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Dalam UU ITE di Polda Sulut Terus Bergulir

Sprindik Keluar, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Dalam UU ITE di Polda Sulut Terus Bergulir

Hukrim, TBnews – Polda Sulut terus mendalami kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh pengusaha Nina Muhammad terhadap SDT istri Bakal Calon Wakil Wali Kota Manado.

Setelah sebelumnya penyidik melakukan gelar perkara kasus tersebut kini penyidik Ciber Crime Polda Ditkrimsus Polda Sulut menaikkan status kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

Dari surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) yang diterima awak media, dalam Sprindik tersebut disampaikan bahwa telah dimulainya penyidikan perkara dugaan tindakan pidana setiap orang dengan dengan sengaja dan tampa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elekronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal
45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-undang RI No.19 tahun 1996 tentang perubahan atas Undang-undang No. 8 tentang Informasi dan Transaksi Elekronik.

Sprindik tersebut ditanda tangani oleh Direktur Reskrimsus Polda Sulut Kombes Pol Yandri Irsan SH SIK MSi.

Nina Muhammad pelapor kasus tersebut mengapresiasi Polda Sulut yang telah menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan untuk menentukan dan mencari tersangka.

“Saya bersyukur penyidik Ciber Crime melanjutkan kasus tersebut karena dari awal saya yakin kasus ini bisa diteruskan hingga ke pengadilan, karena bukti yang saya miliki cukup lengkap dan bisa menjerat pelaku yang diduga telah mencermarkan nama baik saya sebagai seorang pengusuha,” tandas Nina Muhammad, Kamis (20/2/2020).

Nina berharap penyidik tetap bekerja secara profesional, karena kasus tersebut telah diteruskan juga ke Propam Mabes Polri agar mendapat atensi dari pimpinan Polri.

Sementara itu pihak redaksi sudah berusaha melakukan konfirmasi kepada terlapor, namun hingga kini belum ada tanggapan.

Kasus ini bermula dari unggahan SDT di media sosial melalui akun facebook miliknya pada bulan Oktober 2019 silam. Dimana SDT menuliskan (bawah Pelapor mengaku sebagai ponakan keluarga Turuis namun sama sekali keluarga Turuis tidak mengenalnya, dan bukan keluarga. Pelapor juga menggunakan jasa Bank Sulutgo (BSG) untuk bertranksaksi padahal sama sekali tidak terkait dengan pekerjaanya). Atas kasus tersebut menimbulkan berbagai komentar di Facebook sehingga membuat nama pelapor yang juga merupakan pengusaha ini tercemar, apa lagi dalam postingan di facebook SDT mencantumkan foto yang diduga diambil dari hasil CCTV BSG Manado sambil dilingkar biru.

Penulis: Abdi F Sutomo

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Raih WTP, Kapolri Tetap Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

Jakarta, TBnews – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah ...