Home / Advertorial / Pejabat Daerah Bolmong Dan Kapolsek Makamkan Pasien Berstatus PDP

Pejabat Daerah Bolmong Dan Kapolsek Makamkan Pasien Berstatus PDP

Bolmong,TBnews – Ada yang menarik dari kematian salah satu pasien PDP asal Desa Passi, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow. Proses pemakaman pasien PDP laki laki yang berumur tujuh tahun dilakukan oleh sejumlah pejabat Daerah, Kecamatan dan anggota Kepolisian.

Pemakaman yang digelar Rabu 24/6 kemarin pukul 18.30 Wita itu melibatkan Camat Passi Barat, Marif Mokodompit, Kepala Dinas Kesehatan, dr Erman Paputungan, Kapolsek Passi Barat, Kepala Bidang P2P Dinkes, Yusuf Detu dan petugas lain. Pejabat Daerah ini mengunakan APD lengkap sebagai salah satu syarat dalam protocol pemakaman jenazah pasien PDP.

Terpisah Camat Passi Barat, Marif Mokodompit saat dihubungi awak media terkait keterlibatan Forkompimcab dalam pemakaman pasien PDP, mengaku apa yang dilakukan adalah tugas sebagai seorang pelayan masyarakat sekaligus menyapaikan pesan kepada warga, selama mematuhi protocol kesehatan tidak perlu takut dengan Covid-19.

“Proses pemakaman ini sudah melalui mediasi dengan keluarga dan dari keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah. Kemudian atas inisiatif sendiri bersama Kapolsek, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bidang P2P, bersepakat kami yang turun melakukan pemakaman. Ini bagian dari pencerahan kepada masyarakat bahwa berkaitan dengan Covid-19 bukan hal yang menakutkan, selama kita mengikuti protocol kesehatan,”Ungkap Marif.

Lebih lanjut ia mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protocol kesehatan selama masa pandemic “Kami dari Forkompimcam mengajak masyarakat untuk mematuhi protocol kesehatan  dalam situasi pandemic. Bahwa hal hal yang menakutkan dari Covid-19 ini dengan sendirinya bisa hilang dan kita siap menyambut new normal,”Ajaknya.

Terpisah Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Bolmong, dr Debby Kulo menyampaikan pasien yang meninggal baru berumur tujuh tahun, rujukan dari Rumah Sakit Monompia Kotamobagu “Pasien tersebut adalah pasien rujukan dari rumah sakit Monompia Kotamobagu dengan hasil Rapid reaktif,”Kata Debby.

Sebelumnya juga Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow menyampaikan himbauan kepada masyarakatnya agar tidak mengucilkan atau menolak pemakaman pasien Covd-19. Menurut Yasti dalam agama Islam proses fardu kifayah harus disegerakan “Dalam islam fardu kifayah harus segera dikerjakan. Tidak boleh diulur ulur atau ada penolakan. Sehingga saya menghimbau kepada masyarakat agar jangan mengucilkan atau menolak jika ada pemakaman pasien Covid-19. Kita harus memberikan dukungan dan mendoakan agar mereka yang sakit segera disembuhkan,”Kata Yasti saat menyerahkan bantuan zakat kepada para Imam dan pegawai Syar’I beberapa waktu lalu. (Adv)

Penulis : Abdi F Sutomo

 

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sudah Ada Perda, Balai PKB Bolmong Mulai Layani Uji Kendaraan

Bolmong,TBnews – Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) milik ...