Home / Bolmong / Pemkab Bolmong Dan DPRD Bahas Tuntutan Warga Bakan

Pemkab Bolmong Dan DPRD Bahas Tuntutan Warga Bakan

Bolmong,TBnews – Aksi yang digelar ratusan warga Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Senin 29/7 kemarin di Gedung DPRD Kabupaten Bolmong terkait pembukaan kembali aktifitas pertambangan yang dilakukan warga Bakan, mulai diseriusi DPRD Kabupaten Bolmong.

Kamis 2/7 siang tadi, DPRD bersama Pemkab Bolmong dan Forkompimda mengelar rapat bersama di ruang paripurna. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling itu dihadiri Wakil Bupati Bolmong, Yani R Tuuk, sejumlah Anggota DPRD, sejumlah SKPD, PT JRBM, dan Polres Kotamobagu.

Menurut Ketua DPRD, Welty Komaling dari hasil pertemuan tersebut menghasilkan dua solusi yang harus dikaji oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. “Ada dua opsi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut, pertama mendorong kembali penyayatan oleh JRBM untuk 78 Hektar yang pernah diusulkan Pemkab Bolmong, yang terdiri dari lokasi Jalina dan Tapa gale. Sedangkan opsi lain mencari regulasi tentang Kemitraan. Ini yang akan ditempu Pemerintah Daerah,”Kata Welty.

Adapun yang jadi alasan PT JRBM dalam pertemuan tersebut terkait block Bakan, menurut Welty lokasi yang diusulkan Pemkab Bolmong tersebut masuk dalam RKAB JRBM “Alasan dari JRBM bahwa lokasi Jalina dan Tapa Gake yang diusulkan kemarin sudah masuk RKAB JRBM. Namun kami tetap akan mendorong Pemkab Bolmong, dan ke Provinsi agar tetap ada penyayatan di lokasi tersebut,”Tegas Wlety, sembari menambahkan pihaknya akan jadi terdepan dalam urusan masyarakat “Sejak awal sudah saya sampaikan DPRD akan jadi terdepan ketika itu berkaitan dengan masyarakat. Bahkan kami akan mencari ruang jika dari sisi regulasi tidak memungkinkan,”Sambungnya.

Sementara itu Wakil Bupati Bolmong, Yanny R Tuuk dalam pertemuan tersebut membujuk PT JRBM agar melakukan pencuitan lahan bagi warga Bakan “Mereka tidak ambil banyak, hanya sedikit saja ambil untuk makan sehari bagi keluarga mereka. Saya mohon,”Ucap Yanny, sembari menambahkan apapun solusi yang akan diambil semuanya bergantung pada PT JRBM.

Sebelumnya warga Bakan mengelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Bolmong dan menyampaikan 5 tuntutan diantaranya, Menolak kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di wilayah Jalina, Tapak Gale, Lolotut dan Tulopan, Mengecam keras pihak JRBM yang menguasai lahan masyarakat, Untuk dapat mengusulkan ke Pemerintah pusat agar dijadikan WPR (terkait dengan penyusutan wilayah Kontrak Karya), Perlindungan Pemerintah terhadap kegiatan penambangan diskriminasi, Meminta kepolisian agar berhenti memenjarakan penambang tradisional.

Penulis : Abdi F Sutomo

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemkab Bolmong Tugaskan Kembali Paskibraka 2019

Bolmong,TBnews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow memastikan ...