Home / Kotamobagu / Lurah Gogagoman Akui Adanya Kotak Amal Bodong

Lurah Gogagoman Akui Adanya Kotak Amal Bodong

KOTAMOBAGU, TBnews – Maraknya peredaran kotak amal yang diduga bodong dan beralamatkan sejumlah masjid Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat di pusat perkotaan mendapat sorotan dari berbagai pihak. Bahkan dari pantuan Teropong BMR, Sekertaris Kota (Sekkot) yakni Ir Sande Dondo MT telah memerintahkan Satpol-pp, guna melakukan penelusuran terkait informasi adanya oknum-oknum, yang memanfaatkan anak dibawah umur untuk meminta-minta dengan membawa kotak amal.

Salah satu tokoh Masyarakat Gogagoman yakni Denny Mokodompit, atau yang dikenal dengan sapaan Ust Demo mengatakan bahwa, peredaran pengumpulan dana ke Masyarakat umum wajib ada persetujuan dari Pemerintah.

“Nah sekarang jika tidak ada ijin kemudian mengedarkan, siapa yang harus bertanggung jawab. Kotak amal yang diedarkan secara ilegal, penggunaan itu dijadikan Ajang pencarian dengan pola bagi hasil atau bagi dua. Untuk anak-anak dan yang oknum,” Tuturnya kepada Teropong BMR, Selasa (20/04/2021).

Menurut Demo, ada masjid yang berusia sudah sampai puluhan tahun dan masih tetap mengedarkan kotak amal,”Jadi ini hanya kedok untuk kepentingan orang-orang tertentu. Sudah ditelusuri, bahkan Pemerintah Gogagoman sudah sempat melarang tapi mereka yang membandel,” Tandasnya.

Sementara itu, Lurah Gogagoman yakni Hendra Manoppo mengakui adanya sejumlah kotak amal bodong, yang diedarkan dan dibawa oleh sejumlah anak dengan bertuliskan alamat Kelurahan Gogagoman dan berdiri di pertokoan ataupun di sejumlah trafficlight Kotamobagu.

“Sebelumnya-sebelumnya sudah disampaikan, jangan ada kotak amal yang keluar atau beredar dari Kelurahan Gogagoman. Karena yang kita ijinkan, hanya khusus di wilayah Gogagoman seperti di masjid-masjid. Bukan sampai ke pusat perkotaan ditoko-toko atau lampu merah,” Jelasnya.

Ia menambahkan, saat dilakukan pengecekan ada kotak amal yang hanya bertuliskan Gogagoman tanpa ada alamat masjid. Saat hendak ditanyakan keberadaan masjid, anak-anak yang membawa kotak tersebut tidak mau menjawab dan kemudian melarikan diri.

“Tidak tau kotak amal bersumber dari mana, dan dugaan kita ada oknum dibalik ini semua yang memanfaatkan anak-anak tersebut. Kita tentunya mensupport langkah dari Pemerintah, untuk melakukan penelusuran serta penindakan agar supaya semuanya jelas,” Pungkasnya.

Penulis : Savdar Fransisco

Bagikan Berita ini
x

Check Also

Penurunan Jumlah Positif Covid-19, Kotamobagu Masuk Zona Kuning

KOTAMOBAGU, TBnews – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, melakukan ...