Home / Advertorial / Hampir 5 Tahun Pimpin Bolmong, Yasti Sukses Tingkatkan Enam Puskesmas Non Rawat ke Rawat Inap

Hampir 5 Tahun Pimpin Bolmong, Yasti Sukses Tingkatkan Enam Puskesmas Non Rawat ke Rawat Inap

Foto : Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow Saat Meresmikan Sejumlah Puskesmas Rawat Inap Beberapa Tahun Lalu

BOLMONG,TBNEWS – Sejak memimpin Kabupaten Bolaang Mongondow pada 22 Mey 2017 hingga saat ini, Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow telah menorehkan berbagai pencapaian, salah satunya dengan menjadikan enam Puskesmas yang sebelumnya berstatus non rawat inap menjadi rawat inap.

Saat ini Kabupaten Bolaang Mongondow dengan luas wilayah 2,871.65 Km memiliki 18 Puskesmas yang tersebar di 15 Kecamatan. 18 Puskesmas tersebut 6 Puskesmas telah berstatus rawat inap sejak lama, sedangkan 6 Puskesmas lainnya saat ini tinggal menunggu proses administrasi.

Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Kesehatan melalui Kasubag Program Franki Sukandar. Menurutnya jumlah Puskesmas rawat inap yang ada di Kabupaten Bolmong saat ini sebanyak 12 “Secara administrasi yang sudah terdaftar di Kemenkes ada 6. Tapi kita sudah punya 6 lagi Puskesmas rawat ini, baik yang dibangun baru ataupun hanya peningkatan status.” Kata Angki.

Enam Puskesmas yang baru dibangun atau peningkatan status ini ada di periode kepemimpin Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yany R Tuuk “Untuk enam Puskesmas Rawat inap tambahan di periode Bupati dan Wakil Bupati saat ini, dari sisi bangunan dan alkes, pada dasarnya sudah siap. Bahkan sejak tahun lalu Bupati sudah menerbitkan izin, namun ada proses administrasi ke Kemenkes yang harus kita lakukan, dan ini terkendala dengan pandemic Covid-19.” Terangnya.

Adapun total keseluruhan anggaran yang dialokasi Pemkab Bolmong untuk pembangunan Puskesmas Rawat inap diperkirakan mencapai Rp 30 Miliar “Sejak awal Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny R Tuuk memiliki komitmen mendekatkan pelayanan kesehatan hingga ke Kecamatan. Hal ini dilakukan dengan melihat luas wilayah dan jarak menuju ke RSUD yang ada di pusat Pemerintahan. Sehingga solusinya adalah Puskesmas Rawat inap. Anggaran yang dialokasikan tidak sedikit sekitar Rp 30 miliar. Pemerintah memang sudah menargetkan disetiap Kecamatan ada Puskesmas Rawat Inap, namun ini dilakukan bertahap.” Ungkap Angki.

Sementara itu untuk ketersedian Sumber Daya Kesehatan (SDK) Puskesmas Rawat inap dan non Rawat inap diungkapkan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Lucky Rumopa. Saat ini pihaknya masih kekurangan “Untuk tenaga Laboratorium dan dokter gigi memang kita agak kurang untuk Puskesmas Rawat inap. Saat ini memang kita sedang berusaha untuk memenuhi kebutuhan SDK.” Pungkas Lucky. (Advetorial)

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini
x

Check Also

Perpendek Pelayanan, Service Poin Hadir di Dua Kecamatan

BOLMONG,ADVETORIAL – Luasnya dan jauhnya pusat Pemerintahan dengan ...