Home / Advertorial / Buka Konfrensi PGRI Kabupaten Bolmong, Yasti : Guru Bukan Hanya Pengajar, Tapi Pendidik

Buka Konfrensi PGRI Kabupaten Bolmong, Yasti : Guru Bukan Hanya Pengajar, Tapi Pendidik

BOLMONG,ADVETORIAL – Vakum sejak lama, organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bolaang Mongondow, akhir melaksanakan Konferensi Luar Biasa. Bertempat di SMP PGRI Desa Insil, Kecamatan Passi Timur, organisasi persatuan guru itu kembali menentukan arah organisasi selama 5 tahun.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bolaang Mongndow Yasti S Mokoagow, Ketua PGRI Provinsi Sulut bersama jajaran pengurus, Kepala Diknas Bolmong Renti Mokoginta, Camat Passi Barat, dan peserta Konferensi Luar Biasa (KLB).

 

Bupati Bolmong dalam sambutannya menyambut baik terselenggaranya hajatan lima tahunan “Saya menyambut baik atas terlaksananya panitia Konferensi Luar Biasa PGRI Kabupaten Bolmong. Saya baru tahu PGRI Bolaang Mongondow vakum, padahal organisasi ini sangat penting dan bermanfaat untuk Bolmong. Ini penting karena organisasi ini mewadahi ibu bapak guru di Bolmong..” ucap Yasti.

Dikatakan Yasti, organisasi PGRI adalah wadah bagi para guru agar tidak berhadapan dengan masalah, sebab akhir akhir ini banyak guru yang di laporkan “Saya sependapat dengan Ketua PGRI tadi, bahwa PGRI ini suatu badan organisasi, untuk menjaga guru tidak di kanalisasi, di intimidasi, baik para org tua murid. Saya sedih kalau ada guru di polisikan orang tua murid, karena memang tugas guru mendidik bukan sekedar mengajar. Profesi ini menjadikan guru ini panutan, profesi yang di hormati, dan disegani.” Sambung Yasti.

Bahkan dihadapan peserta KLB, Yasti mengungkapkan dirinya tidak akan berdiri atau menjadi seorang Bupati kalau bukan karea guru “Saya begitu mengangungkan guru, menghormati guru, karena saya begin itu karena guru. Saya berdiri disini karena guru.” Ungkap Yasti.

Yasti juga menceritakan, bahwa dia terlahir dari keluarga guru “Ibu saya juga guru. sejak saya lahir ibu saya kepala sekolah, sampai saya menyelesaikan kuliah. Bahkan ibu saya pernah jadi dosen psikologi di UKIT Tomohon. Sehingga profesi guru terhormat dan mulia Tidak hanya oleh manusia, tapi dihadapan Allah SWT, bahkan di dalam kitab suci di tulis bahwa profesi guru ada adalah amal jariyah, yang akan membantu kita saat berhadapan dengan sakaratul maut, karena ilmu yang diajarkan itu tidak akan pernah putus sampai akhir hayat.”sambung Yasti.

Lebih lanjut Yasti mengungkap mutu pendidikan kita saat ini menurun, tanggung jawab kita bersama untuk naik,  dan paling bertanggungjawab adalah guru. “Guru harus memperhatikan dua hal, guru tidak hanya mengajar, tetapi harus mampu mendidik. Mengajar meningkat intelegensi anak didik.” Ujar Yasti.

Diakhir sambutanya Yasti mengatakan, kondisi saat ini berbeda dengan kondisi sewaktu dirinya duduk di bangku sekolah “Dulu saya ini waktu sekolah nakal tapi tetap belajar, dari SD sampai SMA juara. Dan dipukul juga di depan kelas. Hari ini guru – guru tidak bisa pukul lagi, sekedar sentuh saja dilaporkan ke polisi. Orang tua ini harus di ajarkan, saya kurang setuju perilaku org tua yang terlalu membela  anaknya di sekolah,  karena memang itu yang harus dilakukan guru sepanjang bukan menganiyaya.” Terang Yasti.

Penulis : Abdi F Sutomo

Bagikan Berita ini
x

Check Also

Miliki Ruang Data, Diskominfo Bolmong Jadi Tujuan Kunker Kabupaten Tetangga

BOLMONG,ADVETORIAL –  Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali ...