Home / Advertorial / Kualitas Pendidikan Semakin Baik, Angka Putus Sekolah di Bolmong Alami Penurunan

Kualitas Pendidikan Semakin Baik, Angka Putus Sekolah di Bolmong Alami Penurunan

BOLMONG,ADVETORIAL – Kemajuan suatu daerah ditentukan dari kualitas  Sumber Daya Manuasi (SDM). Pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas SDM, program wajib belajar yang digaungkan Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM. Tidak hanya program wajib belajar, dukungan anggaran menjadi wajib dalam setiap perencanaan anggaran setiap tahunnya.

Meskipun alokasi anggaran jadi kewajiban dalam setiap perencanaan anggaran, namun kebijakan untuk meratakan pendidikan hingga menghadirkan pendidikan berkualitas kepelosok daerah terpencil jadi tantangan tersendiri.

Upaya ini yang telah dirintis oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dibawah kepemimpinan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny R Tuuk.

Kabupaten Bolaang Mongondow memiliki 30 persen luas wilayah di Sulawesi Utara, dengan 15 Kecamatan, 202 Desa dan Kelurahan dalam 4 tahun kebelakang mengoleksi angka anak putus sekolah cukup tinggi. Data Dinas Pendidikan yang mengacu data BPS Kabupaten Bolaang Mongondow angka putus sekolah tahun 2018 untuk SD 26 orang, SMP 171.

Angka ini sempat mengalami penurunan pada tahun 2019 yakni SD 15 orang dan SMP 71 orang. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkab Bolaang Mongondow melalui Dinas Pendidikan tahun 2020 menyiapkan strategi kunjungan hingga kepelosok wilayah terpencil.

Mengigat wilayah terpencil salah satu penyumbang angka putus sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow. Jarak serta transportasi jadi kendala orang tua murid untuk menyekolah anak anaknya. Berbekal kunjungan ke wilayah terpencil, Dinas Pendidikan membuka sekolah lanjutan Satap (Satu Atap). “Ini program Bupati Yastie Soepredjo Mokoagow untuk menurunkan angka putus sekolah. Kami menyiapkan strateginya.” Ucap Kepala Dinas Pendidikan, Renty Mokoagow.

Selain itu Renty mengungkapkan kebijakan pemerintah mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan dari APBN seharusnya bisa mengatasi angka putus sekolah. Akan tetapi anggaran tersebut hanya dikhususkan pendidikan, bukan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Kita masih memiliki sejumlah wilayah terpencil. Terisolir, untuk sampai ke Kecamatan cukup jauh. Akses jalan dan transportasi mengantarkan anak anak ke sekolah sangat terbatas, ini yang menyebabkan putus sekolah. Tapi sejak kami menyiapkan Satap, anak anak bisa kembali ke bangku sekolah.” Beber Renty.

Sehingga berdasarkan data statistic pendidikan Kemendikbud angka putus sekolah untuk tingkat SD tahun 2020 menjadi nol dan untuk SMP tersisa 5 orang. “Ada penurunan yang cukup signifikan. Artinya strategi ini berhasil.” Singkat Renty.

Selain menghadirkan satuan pendidikan di wilayah terisolir, Dinas Pendidikan setiap tahunnya melakukan pembenahan dan pembangunna infrastruktur  pendidikan. Bahkan meskipun tahun 2021 adanya kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan dampak pandemic Covid-19, namun Pemkab Bolmong tetap melakukan rehabilitasi dan pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan.

Berdasarkan data yang diterima awak media, rehabilitas dan pembangunan fasilitas pendidikan dilakukan melalui dua sumber pembiayaan DAK Fisik dan DANA DAU tahun 2021. Untuk DAK FISIK 2021 Dinas Pendidikan melakukan pembangunan jamban SD di SDN 1 Pangian, SDN 1 Kosio.

Selain itu pembangunan perpustakaan SD di SDN  2 Lolan, SDN 2 Tambun, SDN  2 Bilalang, SDN 3 Mopugad. Adapun untuk SMP, Dinas Pendidikan melakukan rehabilitasi ruang kelas di SMP N 1 Poigar, SMP N 3 Sangtombolang.

Sedangkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan mengunakan DAU 2021 meliputi rehabilitasi ruang kelas SDN 3 Lolak, SDN 2 Tonom, dan SDN 4 Tanoyan. Pembangunan ruang kelas diantaranya SDN Mondatong, SDN  Amertha Sari, SMP 14 Dumoga, SMP Cendekia Mopait, SD Islam Cendekia Doloduo, SDN 1 Insil, SDN Bakan.

Adapun persentase penduduk menurut partisipasi sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow. Indikatornya, antara lain:

  • Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan ukuran daya serap lembaga pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. APS merupakan indikator dasar yang digunakan untuk melihat akses penduduk pada fasilitas pendidikan khususnya bagi penduduk usia sekolah. APS Kabupaten Bolaang Mongondow Tahun 2020 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs masing-masing sebesar 96,27 dan 96,06.
  • Angka Partisipasi Murni (APM) merupakan ukuran anak yang bersekolah tepat pada waktunya. APM menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang memanfaatkan fasilitas pendidikan sesuai dengan usia pada jenjang pendidikannya. APM Kabupaten Bolaang Mongondow Tahun 2020 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs masing-masing sebesar 91,89 dan 81,00.
  • Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan rasio antara siswa dari segala usia termasuk yang melebihi usia sekolah resmi terhadap jumlah siswa yang memenuhi syarat untuk kelas pendidikan tertentu. APK Kabupaten Bolaang Mongondow Tahun 2020 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs masing-masing sebesar 96,20 dan 96,00.
Bagikan Berita ini
x

Check Also

Resmikan Gereja GPDI Elin Poigar Dua, Yasti Harap Jemaat Semakin Bertumbuh Dan Beribadah

BOLMONG,Advetorial – Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow ...