Home / Boltim / Sehan Landjar Akui Jualan Isu Dizolimi Dengan Tujuan Mendulang Simpati Masyarakat Bukan Zamanya Lagi!!
Foto Istimewah

Sehan Landjar Akui Jualan Isu Dizolimi Dengan Tujuan Mendulang Simpati Masyarakat Bukan Zamanya Lagi!!

TEROPONGBMR.COM – Meski sudah purna tugas sebagai Bupati Bolaang Mongondow Timur, namun Sehan Landjar rupanya terus mengikuti perkembangan pemerintahan yang saat ini dijabat oleh Bupati Sam Sachrul Mamonto.

Sehan Landjar mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur dua periode itu menaruh perhatian serius terhadap isu yang saat ini berkembang disaat derasnya langkah Bupati Sachrul Mamonto membangun daerah ditengah keterbatasan anggaran.

Sehan Landjar menilai isu dizolimi dalam pemerintahan adalah isu yang tidak produktif. menurutnya isu itu sengaja dihembus dengan tujuang tertentu.

Bagi Sehan Landjar, isu dizolimi dalam memimpin Kabupaten Bolaang Mongondow adalah untuk meraih simpati masyarakat, namun jika dilihat ada ketidak inginan untuk bekerja membangun daerah.

Bagi Sehan, isu dizolimi adalah untuk meraih dukungan masyarakat di tahun politik yakni tahun 2024 nanti. namun kata Sehan hal itu ditutupi oleh sikap Bupati Boltim Sachrul Mamonto yang saat ini terus bekerja membangun daerah ditengah keterbatasan anggaran.

“Misalnya, ada yang mengaku dizolimi oleh Bupati. Padahal, mereka tidak berbuat apa-apa, tidak mau kerja. Justru yang sifat seperti itulah yang zolim,”jelasnya.

Mantan Bupati 2 periode ini menegaskan, bahwa menjual isu dizolimi untuk meraih simpati masyarakat sudah bukan zamannya lagi. Rakyat akan mengukur kinerja para politisi, yang mendapat amanah diembankan rakyat. Siapa yang bekerja untuk rakyat, itu yang pantas mendapat dukungan.

“Masyarakat kita akan melihat hasil pembangunan. Karena itu amanat yang mereka berikan kepada politisi ketika rakyat memilih mereka. Jangan berharap simpati namun anda tidak berbuat apa-apa,” ujar Eyang lagi.

Terkait masalah pembangunan infrastruktur, Eyang memahami kondisi yang terjadi saat ini. Semua kepala daerah pasti mengalami kendala terkait anggaran karena APBD mendapat pemangkasan dari pemerintah pusat. Krisis global saat ini berpengaruh pada kondisi keuangan Indonesia, sehingga banyak rencana pembangunan yang terpaksa dipending atau mengalami perubahan perencanaan.

“Saya melihat Bupati Sachrul berupaya melaksanakan pembangunan di tengah kendala anggaran saat ini. Beliau memimpin di masa krisis sejak dilantik tahun 2021, saat itu pandemi Covid 19. Hingga tahun 2023 ini masa resesi ekonomi akibat krisis global. Ini yang harusnya kita dukung, karena seorang pemimpin yang lebih mementingkan daerah dibanding pencitraan politiknya.” ungkap Sehan.

Kepala daerah dipilih rakyat untuk bekerja melayani rakyat, membangun daerah baik fisik maupun sumberdaya manusia. Bukan membangun citra demi kepentingan politik agar dipilih rakyat pada pemilihan berikutnya.

“Mereka punya janji yang wajib dipenuhi kepada rakyat yang memilih mereka di pilkada. Siapa yang bekerja pasti dia yang dipilih kembali. Bukan yang kesana-kemari minta dikasihani, tapi tidak berbuat apa-apa untuk rakyat yang sudah memilihnya. Saya sebagai Bupati guhanga, akan mendukung Sachrul Mamonto menjadi pemimpin yang bekerja untuk rakyat. Beliau wajib kita dukung. Kita beri semangat agar amanah rakyat bisa dia laksanakan,”pungkas Eyang sapaan akrabnya. (**)

Bagikan Berita ini
x

Check Also

Bupati Sachrul Mamonto Bersama Istri Hadiri Halal bi Halal Dan Ketupatan Di Tujuh Desa, Gunakan Mobil Hingga Motor Sapa Satu Persatu Warga

TEROPONGBMR.COM – Meskipun Idul Fitri 1444 H telah ...